Peran Penting ICT dalam Konektivitas dan Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta – Pertemuan para pemimpin ekonomi forum kerjasama ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2013 telah berakhir Selasa, 8 Oktober 2013. Pada pertemuan ini telah membuahkan 7 poin kesepakatan APEC 2013.

Salah satu kesepakatan penting yang diambil adalah mempercepat konektivitas fisik (physical connectivity), institusi (institutional connectivity) dan antar masyarakat (people to people connectivity) di Asia Pasifik. “kami setuju untuk mengakselerasi konektivitas fisik, institusi dan antar masyarakat,” jelas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku ketua APEC 2013. Konektivitas dapat mengurangi biaya transportasi dan produksi. Di samping itu juga konektivitas akan mampu memperkuat supply chain dan sekaligus memajukan bisnis di kawasan APEC.

Poin penting lain yang menjadi sorotan pertemuan puncak para pemimpin APEC ini ialah upaya peningkatan partisipasi usaha mikro, kecil dan menengah, pengusaha muda dan perempuan pengusaha dalam pembangunan ekonomi.

Konektivitas menjadi hal penting bukan saja bagi Indonesia untuk menghubungkan 240 juta penduduknya namun juga bagi seluruh populasi di 20 entitas ekonomi negara APEC lainnya. Di sinilah teknologi informasi dan komunikasi memainkan peran paling krusial, disamping sebagai enabler connectivity maupun pemicu pertumbuhan ekonomi yang merata (inclusive growth).

Kemajuan pembangunan infrastruktur ICT (information and communication technology) saat ini telah menjadi tolok ukur bagi perkembangan perekonomian suatu kawasan. Bank Dunia pada laporannya di tahun 2009 bertajuk “Extending Reach and Increasing Impact Information and Communication Technology for Development” menyebutkan bahwa berdasarkan anlisa ekonometri dari pertumbuhan telepon tetap (fixed line), telepon selular, internet dan broadband di 120 negara sejak tahun 1980 hingga 2006 telah menunjukkan bahwa peningkatan penetrasi broadband sebesar 10% di suatu negara mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 1,38% pada negara berkembang dan 1,21% pada negara maju.

Selaras dengan semangat APEC 2013, Telkom menyadari perannya yang sangat sentral dalam hal konektivitas dalam hal penyediaan infrastruktur ICT. Hal inilah yang hendak ditunjukkan pada kesempatan perhelatan akbar dunia forum APEC 2013 ini, dimana Telkom sejak semula bertekad menghadirkan layanan ICT kelas dunia, bukan hanya untuk memuaskan para anggota delegasi namun juga memuaskan seluruh penduduk dunia dengan kemudahan penyebaran informasi dari even yang berlangsung di Bali ke mancanegara.

Dalam mempersiapkan gelaran APEC 2013 ini Telkom membangun dan memanfaatkan jaringan serat optic miliknya yang menjadi backbone infrastruktur ICT dari Bali ke mancanegara guna menyalurkan bandwidthhingga 2×10 gigabytes per detik (Gbps). Tak hanya itu saja, tak kurang dari 1500 high density access pointdipersiapkan untuk memberikan layanan internet gratis bagi para delegasi melalui layanan wifi.id. Tak mau ketinggalan pada kesempatan ini juga Telkomsel sebagai bagian dari Telkom Group turut menghadirkan live trial layanan LTE (long term evolution) 4G guna memuaskan para delegasi untuk berkomunikasi data kecepatan tinggi seperti yang telah diterapkan di beberapa negara maju.

Dalam peran konektivitas di kawasan, sejak tahun 2012 Telkom telah memiliki program yang diberi nama Indonesia Digital Network (IDN) 2015, yaitu pembangunan jaringan broadband di seluruh kepulauan nusantara. Program yang menjadi Mahakarya Telkom ini merupakan jawaban atas tekad untuk mendukung pembangunan mega infrastruktur Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang telah dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2011.

Dalam program Mahakarya IDN 2015 ini, pembangunan broadband dibagi dalam 3 aspek yaitu pembangunan jaringan infrastruktur optical backbone yang dikenal dengan program ID Ring, pembangunan jaringan akses melalui wifi.id yang dikenal dengan program ID Access, serta pengembangan jaringan multi services danmulti screen terintegrasi yang diberi nama ID Convergence. Diperkirakan, program yang ditargetkan selesai pada tahun 2015 ini dapat menyediakan 1 juta akses wifi serta menghadirkan akses internet broadband dengan kecepatan 20 Mbps hingga 100 Mbps bagi 30% rumah tangga di Indonesia guna melayani sebanyak 20 juta pelanggan.

Dalam program IDN 2015 ini, dihadirkan pula layanan-layanan yang diperuntukkan bagi komunitas masyarakat di Indonesia sebagai fungsi edukatif, financial dan entrepreneurial melalui IndiSchool (komunitas sekolah), IndiFinance (komunitas perdagangan) dan IndiPreneur (komunitas UMKM). Program-program ini mendukung pemanfaatan layanan ICT yang lebih bersifat implementatif sehingga akan membantu masyarakat untuk lebih meudah mangambil manfaat dari ketersediaan konektifitas yang telah disediakan. Hal ini tak lain adalah guna memudahkan semua kalangan dalam mencari dan berbagi informasi yang sangat penting bagi bertumbuhnya perekonomian di seluruh lapisan masyarakat.

Tak hanya domestik, Telkom kini juga tengah fokus pada pengembangan bisnis di regional melalui pembukaan layanan di beberap negara Asia seperti Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Myanmar dan Malaysia serta Australia. Salah satu layanan yang juga tengah dikembangkan adalah bisnis remitansi yang mendukung kemudahan dan kecepatan pengiriman uang. Hal ini sangat bermanfaat bagi para pekerja migran Indonesia untuk dengan mudah dan cepat mengirimkan uang ke sanak keluarga dan kerabatnya di Indonesia. Melalui kemudahan transaksi dan konektivitas di regional ini pula diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Telkom menyadari bahwa pertumbuhan infrastruktur dan layanan ICT akan mempermudah konektivitas dan memicu pertumbuhan ekonomi yang merata. Hal ini tentu saja sejalan dengan apa yang telah dihasilkan pada forum APEC 2013 di Nusa Dua Bali.

Sumber : detiknews.com 11 Oktober 2013